Untuk Cegah Perang, Iran Ingin Dialog

Tidak ingin ketegangan kedua negara meningkat menjadi perang terbuka, Presiden Iran, Hassan Rouhani menyatakan pihaknya ingin bangun dialog.
Untuk Cegah Perang, Iran Ingin Dialog
Presiden Iran, Hassan Rouhani./voaindonesia.com

Nusantaratv.com - Tidak ingin ketegangan kedua negara meningkat menjadi perang terbuka, Presiden Iran, Hassan Rouhani menyatakan pihaknya ingin bangun dialog. Ketegangan Iran dan Amerika Serikat (AS) meningkat sejak pembunuhan Panglima Pasukan Garda Revolusi Iran, Jenderal Qassim Sulaimani pada 3 Januari lalu.

Rouhani mengatakan dialog masih memungkinkan untuk dilakukan.

“Pemerintah berusaha setiap hari untuk mencegah konfrontasi militer atau perang,” kata Rouhani dalam pidato yang disiarkan televisi, dikutip dari Times of Israel, Jumat (17/1).

Iran berada di ambang konflik setelah AS membunuh Sulaimani, jenderal perang mereka dalam serangan pesawat tak berawak di Baghdad. Tindakan Amerika ini mendorong Iran melakukan balasan dengan menyerang pangkalan pasukan AS di Irak.

Baca Juga: Khamenei Pimpin Sholat Jum'at di Teheran Untuk Pertama Kalinya

Rouhani mengatakan serangan tersebut merupakan “kompensasi” atas kematian Sulaimani, arsitek strategi militer Iran di Timur Tengah.

Serangan itu menyebabkan kerusakan material yang signifikan tetapi tidak ada korban, menurut militer AS.

Ketegangan antara kedua negara yang telah lama bermusuhan ini tampak mereda setelah jatuhnya pesawat penumpang Ukraina yang tak sengaja ditembak rudal Iran. Tragedi itu menewaskan 176 orang, sebagian besar warga Iran dan Kanada.

Di Iran, warga berunjuk rasa menuntut pejabat pemerintah mengundurkan diri setelah militer Iran mengakui menembak jatuh pesawat tersebut. Pasukan keamanan pun dikerahkan di seluruh wilayah Teheran untuk mengatasi para pengunjuk rasa.

Sumber: merdeka.com

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0