Ribuan Demonstran Kepung Iran Usai Pemerintah Akui Tembak Jatuh Pesawat Ukraina

Insiden pesawat itu terjadi beberapa jam setelah Iran menembakkan rudal ke pangkalan militer Irak yang menampung pasukan AS.
Ribuan Demonstran Kepung Iran Usai Pemerintah Akui Tembak  Jatuh Pesawat Ukraina
(Cnbc.com)

Teheran, Nusantaratv.com- Ribuan demonstran turun ke jalan di Ibukota Iran pada Minggu (12/1/20), mengutuk pemerintah Iran karena menembak jatuh sebuah pesawat penumpang Ukraina dan menewaskan semua 176 orang di dalamnya. 

Insiden pesawat itu terjadi beberapa jam setelah Iran menembakkan rudal ke pangkalan militer Irak yang menampung pasukan AS.

 Yang merupakan pembalasan atas serangan pesawat tak berawak di bandara Baghdad yang menewaskan komandan Iran Qasem Soleimani.

 Di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah itu, delapan roket Katyusha menghantam Pangkalan Udara Balad Irak, utara Baghdad, pada hari Minggu, melukai empat perwira angkatan udara Irak, kata militer Irak dalam sebuah pernyataan.

 Tidak ada pasukan Amerika atau koalisi yang berada di pangkalan itu ketika roket menghantam, kata seorang pejabat militer AS kepada CNN. 

Di Iran, para demonstran menyerukan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei untuk turun dan bagi mereka yang bertanggung jawab menjatuhkan pesawat yang akan dituntut.

 "Khamenei memiliki rasa malu. Tinggalkan negara," teriak pengunjuk rasa di ibukota, Teheran, dalam rekaman yang diposting di media sosial. 

Khamenei telah berada di kantor selama tiga dekade, dan tidak ada batasan untuk masa jabatannya. 

 Protes kini telah menyebar ke kota-kota lain, termasuk Shiraz, Esfahan, Hamedan, dan Orumiyeh, lapor Reuters.

 Presiden AS Donald Trump tweeted dukungannya untuk para demonstran, mengatakan pemerintahannya akan "terus mendukung Anda." 

Demikian juga, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyuarakan dukungannya untuk para demonstran dan meminta kekuatan Eropa untuk meningkatkan tekanan pada rezim Iran. 

Iran sebelumnya membantah klaim AS bahwa negara itu menabrak pesawat sebelum mengakui kesalahan pada hari Sabtu.

 Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan negaranya "sangat menyesali kesalahan yang menghancurkan ini" dan "pikiran dan doanya ditujukan kepada semua keluarga yang berkabung." 

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif menyalahkan bencana tersebut atas "kesalahan manusia" dan "petualangan AS.

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0