Putri Jenderal Soleimani : Kematian Ayahku, Hari Gelap Bagi Amerika Serikat

Putri mendiang Jenderal Qasem Soleimani mengatakan bahwa kematian sang ayah akan membawa "hari gelap" bagi Amerika Serikat.
Putri Jenderal Soleimani : Kematian Ayahku, Hari Gelap Bagi Amerika Serikat
(FOTO : Al-Arabiyya)

Teheran, Nusantaratv.com- Putri mendiang Jenderal Qasem Soleimani mengatakan bahwa kematian sang ayah akan membawa "hari gelap" bagi Amerika Serikat.

 "Trump Bodoh,  jangan berpikir bahwa semuanya sudah berakhir dengan kematian ayahku," kata Zeinab Soleimani dalam pidatonya yang disiarkan di televisi pemerintah.

Baca Juga : Pakar : Serangan AS Yang Tewaskan Soleimani Adalah Tindakan yang Luar Biasa Bodoh

"Siapa yang akan membalas (kematian) ayah saya?" kata Zeinab Soleimani saat menerima kunjungan duka President Rouhani ke rumahnya pada Minggu (5/1/20)

"Semua orang akan membalas dendam (atas nama Soleimani)," kata Rouhani menjawab pertanyaan Zeinab seperti dikutip CNN.

Rouhani menuturkan, Amerika Serikat telah membuat kesalahan sangat besar dengan membunuh Soleimani.

 Ia menuturkan warga AS akan menghadapi "konsekuensi atas tindakan kriminal ini tidak hanya hari ini tapi juga di tahun-tahun selanjutnya."

Dilansir Al Arabiya, Zeinab menuturkan dia tahu bahwa pemimpin kelompok Hizbullah di Lebanon, Hassan Nasrallah, akan membalas kematian sang ayah.

Kepada TV Al Manar di Libanon, Zeinab mengatakan Presiden Donald Trump "yang menjijikkan" tidak akan bisa menghapus prestasi sang ayah yang telah memimpin pasukan elite militer Iran, Quds, selama 20 tahun terakhir.

"Kematian ayah saya tidak akan menghancurkan kami dan Amerika Serikat harus tahu bahwa darah (ayah saya) tidak  akan pergi begitu saja dengan gratis," kata Zeinab menggunakan bahasa Farsi.

Zeinab menuturkan Trump tidak berani menghadapi ayahnya sendiri sehingga harus meluncurkan serangan drone untuk membunuh Soleimani.

AS meluncurkan serangan udara terhadap rombongan mobil Soleimani yang baru tiba di Bandara Baghdad, Irak.

Selain Soleimani, wakil komandan milisi Syiah Irak (PMF), Abu Mahdi al-Muhandis, petinggi milisi Kataib Hizbullah, dan seorang petugas protokoler bandara Irak, Mohammed Reda juga turut tewas dalam serangan tersebut.

Iran telah berjanji untuk membalas pembunuhan Soleimani, arsitek dari upaya Iran untuk memperluas pengaruhnya di seluruh wilayah dan pahlawan nasional di antara banyak orang Iran, bahkan banyak dari mereka yang tidak menganggap diri mereka sebagai pendukung setia para pemimpin ulama Republik Islam.

  Menanggapi peringatan Iran, Trump telah mengancam akan menyerang 52 situs Iran, termasuk target budaya, jika Teheran menyerang aset Amerika atau AS, memperdalam krisis yang telah meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya kebakaran besar di Timur Tengah.

 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0