Iran Terus Dikepung Demonstran, Kini Giliran Ratusan Mahasiswa Turun ke Jalan

Di hari ketiga demonstrasi, giiran ratusan mahasiswa di sebuah universitas bergengsi Iran secara terbuka mencela penguasa mereka.
Iran Terus Dikepung Demonstran, Kini Giliran Ratusan Mahasiswa Turun ke Jalan
(VOA)

Teheran, Nusantaratv.com- Iran terus menghadapi kecaman dari berbagai pihak menyusul aksi jatuhnya pesawat Ukraina yang ternyata ditembak jatuh oleh Iran sendiri.  Tak ayal, aksi demonstrasi besar-besaran pun terus mengepung Iran. 

Di hari ketiga demonstrasi, giliran ratusan mahasiswa di sebuah universitas bergengsi Iran secara terbuka mencela penguasa mereka. 

 Protes itu datang sejak pemerintah mengakui secara tidak sengaja telah menjatuhkan jet penumpang Ukraina. 

Baca Juga : Iran Terus Hadapi Tekanan Usai Tembak Jatuh Pesawat Ukraina

Dalam beberapa klip video yang diperiksa oleh VOA, para siswa di Universitas Teknologi Sharif Teheran, sebuah sekolah teknik top, tampaknya berkumpul di lokasi luar di kampus pada hari Senin, meneriakkan slogan-slogan dan mendengarkan beberapa pembicara mengkritik pemerintah. 

 Dalam satu video, para siswa meneriakkan, "Mereka membunuh para elit kita dan menggantinya dengan para mullah."

 Referensi ke "elit" adalah penghormatan kepada puluhan siswa Iran yang telah berada di pesawat Ukraine International Airlines yang jatuh oleh rudal tak lama setelah lepas landas dari Teheran dalam penerbangan ke Kyiv, Rabu lalu.

 Selama tiga hari, para pemimpin Iran bersikeras bahwa masalah mekanis dapat menyebabkan kecelakaan yang menewaskan semua 176 orang di dalamnya, sampai mengakui pada hari Sabtu bahwa personil militer Iran secara keliru menembak jatuh.

Baca Juga : Empat Anggota Militer Irak Terluka dalam Serangan Roket di Pangkalan Militer Baghdad

 Kecelakaan sebelum fajar terjadi beberapa jam setelah Iran menembakkan rudal ke pasukan AS di Irak dan bersiap untuk serangan balasan AS yang tidak pernah datang. 

Serangan rudal Iran, yang tidak menimbulkan korban, adalah sebagai balasan atas apa yang disebut A.S. sebagai serangan pembelaan diri yang menewaskan jenderal Iran Qassem Soleimani di Baghdad pada 3 Januari lalu. 

 Dengan persetujuan para demonstran, seorang pengunjukrasa menarik spanduk Jenderal Iran Qassem Soleimani yang terbunuh dalam video yang diposting ke media sosial. 

   Para pemimpin Iran terlambat mengakui intelijen Barat bahwa mereka yang bertanggung jawab atas kecelakaan itu sehingga membuat banyak orang Iran marah, termasuk para mahasiswa di sebuah universitas di Teheran yang pada Sabtu malam menggelar aksi unjuk rasa anti-pemerintah. 

 Sebuah video yang dibagikan secara luas di media sosial menunjukkan para demonstran di Teheran melarikan diri dari gas air mata yang ditembakkan oleh polisi Ahad malam.

Namun, media pemerintah Iran mengutip kepala polisi Teheran Jenderal Hossein Rahimi yang mengatakan para perwiranya tidak menembaki para pemrotes dan bertindak dengan menahan diri.


Sumber : VOA
Terjemahan : (NTV/Cal) 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0