Erdogan Sebut Sistem Pertahanan Rudal Rusia Akan Tiba Dalam 10 Hari

Turki dan Amerika Serikat, sekutu NATO, telah berselisih atas keputusan Ankara untuk membeli S-400, dengan Washington memperingatkan sanksi AS jika pengiriman dilakukan.
Erdogan Sebut Sistem Pertahanan Rudal Rusia Akan Tiba Dalam 10 Hari
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (foto: Seraamedia)

Istanbul , Nusantaratv.com -Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pengiriman pertama sistem pertahanan rudal S-400 Rusia akan berlangsung dalam 10 hari, media Turki melaporkan pada Minggu (30/6/19), sehari setelah dia mengatakan tidak akan ada sanksi AS atas kesepakatan itu. 

Turki dan Amerika Serikat, sekutu NATO, telah berselisih atas keputusan Ankara untuk membeli S-400, dengan Washington memperingatkan sanksi AS jika pengiriman dilakukan. 

“Dalam 10 hari, mungkin dalam satu minggu, pengiriman pertama akan tiba. Saya memberi tahu Trump hal ini secara terbuka,"kata Erdogan. 

 Washington juga secara resmi memulai proses mengusir Turki dari program F-35, menghentikan pelatihan pilot Turki di Amerika Serikat. 

Tetapi pada hari Sabtu, Erdogan mengatakan Trump telah memberitahunya bahwa tidak akan ada sanksi atas kesepakatan Rusia, setelah Trump mengatakan Turki diperlakukan tidak adil atas langkah tersebut. 

Setelah komentar Erdogan, lira Turki menguat 1,5% lebih awal pada hari Senin menjadi di bawah 5,7 terhadap dolar. Perselisihan tentang S-400 telah lama menjadi sumber kekhawatiran bagi investor.

 "Jadi (a) lampu hijau dari Trump ke Turki untuk terus maju dan mendapatkan S400 - atau itu sekarang menjadi pandangan Turki," kata Tim Ash, ahli strategi pasar negara berkembang senior di BlueBay Asset Management.

 "Saya akan membayangkan pejabat diplomat dan pertahanan AS tidak percaya - Trump seperti banteng di toko China," tambahnya.

 Setelah pembicaraan Trump-Erdogan, Gedung Putih mengatakan Trump menyatakan keprihatinan atas kesepakatan S-400 dan mendorong Turki untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam kerja sama pertahanan dengan cara yang memperkuat aliansi NATO.

 

 

Sumber : Reuters

Terjemahan : (NTV /Cal) 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0