Duka Pengungsi Suriah, Antara Coronavirus dan Konflik Wilayah

Mereka mengatakan tidak mungkin untuk tetap terisolasi mengingat kondisi kamp. 
Duka Pengungsi Suriah, Antara Coronavirus dan Konflik Wilayah
(FP)

Nusantaratv.com- Kehidupan para pengungsi Suriah di seluruh Timur Tengah menjadi semakin sulit karena keluarga terpaksa menangani potensi penyebaran coronavirus ke kamp-kamp yang penuh sesak di Libanon, Yordania, Idlib dan Turki.

Abou Mohammed, yang tinggal di sebuah kemah tenda di daerah kantong Idlib yang dikuasai pemberontak Suriah utara, mengatakan kepada media Arab bahwa ia sedang menghadapi krisis coronavirus dengan menggunakan kapas dan alkohol untuk membasmi kuman tangan dan wajah anak-anaknya. 

Dia mengatakan tidak mungkin untuk tetap terisolasi mengingat kondisi kamp. 

Rami Abdel Rahman dari Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris mengatakan kepada TV milik Arab Saudi bahwa wilayah Idlib penuh dengan pengungsi dan hanya memiliki satu tempat tidur rumah sakit per 1.600 orang, hanya 200 slot ruang gawat darurat dan hanya 95 ventilator jika coronavirus menyebar.

Di kamp pengungsi Zaatar di Yordania untuk para pengungsi Suriah, Mohanned Abou Siam mengatakan kepada TV al-Hurra bahwa kamp tersebut memiliki sekitar 76.000 siswa dan anak-anak.

Dan bahwa petugas kesehatan melakukan yang terbaik untuk mengajari mereka cara mensterilkan tangan dan wajah mereka untuk menghindari koronavirus. 

 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0