Di Peru, Belajar Bahasa Indonesia Lewat Kuliner

KBRI Lima Memasukkan Kuliner Sebagai Salah Satu Topik Pembelajaran Kelas Bahasa Indonesia.
Di Peru, Belajar Bahasa Indonesia Lewat Kuliner
Belajar bahasa Indonesia melalui kuliner. (Dok. Humas Kemenlu)

Jakarta, Nusantaratv.com - Mengusung tema pengenalan budaya, pada Rabu (26/2/2020), KBRI Lima memasukkan kuliner sebagai salah satu topik pembelajaran kelas Bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) di Lima, Peru.

Dilansir dari laman kemlu.go.id, Kamis (27/2/2020), sebanyak 25 siswa tingkat dasar yang terbagi menjadi dua kelas mengikuti demo masak yang disampaikan Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) Lima. 

Pembelajaran diawali dengan pengenalan kuliner Indonesia dan dilanjutkan dengan demo masak. Pada sesi pengenalan, siswa diperkenalkan dengan jenis-jenis kuliner Indonesia beserta bumbu dan bahan dasarnya, serta bagaimana mengekpresikan rasa dalam bahasa Indonesia seperti enak, lezat, sedap, dan lain-lain.

Baca Juga: Indonesia Ajak ASEAN dan China Perkuat Mekanisme Kawasan Hadapi Wabah COVID-19

Untuk lebih dekat dengan budaya dan tradisi Indonesia, demo masak yang berlangsung interaktif diisi dengan penjelasan mengenai sejarah masing-masing makanan misalkan, mi goreng Indonesia memiliki ciri khas tersendiri karena menggunakan kecap manis dan berbeda dengan mi goreng yang disajikan di rumah makan Peru. 

Dalam kesempatan itu, Dubes RI Lima, Marina Estella Anwar Bey mengatakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kecintaan masyarakat Peru, khususnya siswa BIPA akan Indonesia, KBRI Lima memandang perlu untuk menyandingkan pengenalan bahasa dan budaya pada kelas BIPA. 

Sementara itu, beberapa menu yang diajarkan antara lain, kolak pisang, bakwan sayur dan mi goreng. Keunikan kuliner Indonesia membuat para siswa penasaran apakah tiga makanan dimasak untuk acara atau perayaan tertentu dan bagaimana teknik memasak ubi pada kolak sehingga terasa lembut. 

Selain kuliner, para siswa juga mengutarakan keingintahuannya tentang Indonesia melalui sejumlah pertanyaan, penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa, kemaj​emukan budaya dan agama di Indonesia, dan lain sebagainya. 

BAGIKAN

REAKSI KAMU

like
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0